<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Grenseal &#187; facebook</title>
	<atom:link href="http://grenseal.com/tag/facebook/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://grenseal.com</link>
	<description>Yang mengalihkan fokus...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2010 09:22:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Curahan Hati Seorang Suami/Ayah</title>
		<link>http://grenseal.com/2010/01/16/curahan-hati-seorang-suamiayah/</link>
		<comments>http://grenseal.com/2010/01/16/curahan-hati-seorang-suamiayah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 15:13:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Josua Leonard</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://grenseal.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Pertama awalnya mereka keluarga yg bahagia. Berkecukupan dan harmonis. Komunikasi yang terjalin di antara anggota keluarga terjalin dengan baik. Kedua anaknya selalu merasa lebih nyaman di rumah krn suasana rumah yang selalu menyenangkan. Ibu mereka ibu rumah tangga tulen yang pintar memasak.
Kemudian, kedua anak mereka meminta ayahnya untuk memasang internet di rumah agar mudah untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama awalnya mereka keluarga yg bahagia. Berkecukupan dan harmonis. Komunikasi yang terjalin di antara anggota keluarga terjalin dengan baik. Kedua anaknya selalu merasa lebih nyaman di rumah krn suasana rumah yang selalu menyenangkan. Ibu mereka ibu rumah tangga tulen yang pintar memasak.</p>
<p>Kemudian, kedua anak mereka meminta ayahnya untuk memasang internet di rumah agar mudah untuk mengerjakan tugas2 kuliahnya. Sang ayah mengizinkan, dengan alasan agar situs yg dibuka anak2nya bisa terpantau oleh ayah dan ibunya.</p>
<p>Demam facebook melanda. Termasuk anak2nya, hampir setiap jam jika mereka ada di rumah, situs itulah yg dibuka oleh mereka. Browsing ilmu bermanfaat sebentar, lalu sibuk berjam-jam di jejaring sosial itu.</p>
<p><span id="more-14"></span>Ibu mereka pun mulai bertanya-tanya, apa sih yang namanya facebook itu. Karena tetangga2nya, teman-teman sekolahnya dulu, keluarganya, semua menanyai dirinya, “punya facebook gak?”</p>
<p>Akhirnya sang ibu meminta anaknya u/ diajarkan yg namanya FB. Ternyata setelah mengerti, ibunya bahkan lebih keranjingan lagi dibanding anaknya. Dia rela bangun lebih pagi dr biasanya agar bisa ber-facebook ria sebelum mengerjakan tugas rumah. Sibuk memperhatikan layar komputer saat suaminya bekerja dan anak2nya sibuk bersekolah.</p>
<p>Kemudian, datang trend baru lagi yg bernama blackberry. Ibu dan kedua anaknya merengek pada sang ayah u/ dibelikan gadget mahal itu agar lebih mobile saat berinternet. Sang ayah lagi-lagi memenuhi keinginan keluarganya saking sayangnya kepada mereka semua.</p>
<p>Anak keduanya yg masih bersekolah di SMP pun tak ingin ketinggalan. Dengan blackberry di tangan, ia mulai sibuk dengan handphonenya. Sesekali membuka situs porno, selebihnya kembali ke dunia facebook. ‘Siang malam ku selalu, menatap layar terpaku. Aku online…online…’</p>
<p>Seperti itulah keadaanya.</p>
<p>Kemudian, istrinya kembali menemukan teman-teman lamanya di facebook. Termasuk mantan-mantan pacarnya. Berawal dr iseng-iseng belaka, berlanjut dengan godaan-godaan ringan, janji-janji pertemuan saat anaknya sekolah, hingga benar-benar cinta lama bersemi kembali, tanpa disadari menyergap hati sang istri.</p>
<p>Suami menjadi tak terlalu menarik lagi bagi hatinya. Anak-anak tak lagi menjadi prioritas utamanya. Melalui facebook, ia seperti menemukan kembali dunia mudanya yg telah lama ditinggalkan.</p>
<p>Kemudian prestasi anaknya turun karena terlalu sering berselancar di dunia maya daripada belajar. Sang ibu menjadi kurang perhatian lagi kepada anak mereka.</p>
<p>Beberapa bulan berjalan, ada yang berubah. Setiap bangun tidur, yg pertama kali mereka lakukan adalah mengecek inbox masuk di blackberry mereka. Jika ada status baru, comment foto, ataupun sekadar menulis wall tak penting pun tak sabar untuk mereka balas. Sebagai bukti eksistensi mereka di dunia sosial dan dunia maya.</p>
<p>Saat sarapan, tak ada lagi percakapan hangat antara anggota keluarga. Mereka sibuk dengan blackberry-nya masing-masing.</p>
<p>Saat di sekolah dan di kampus, mereka lebih sering mengintip notifikasi di handphone mereka daripada mendengar penjelasan guru dan dosennya.</p>
<p>Saat bertemu, kadang rayuan-rayuan ringan keluar dari mulut sang pria yang membuat istri merasa menjadi gadis muda kembali.</p>
<p>Tak ada lagi keharmonisan itu. Komunikasi yang hilang, tergantikan oleh dunia maya. Saat facebook menjadi lebih penting daripada keutuhan rumah tangga.</p>
<p>Curahan hati suami :<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Dear my wife…<br />
Dulu…<br />
Saat bangun tidur, akulah yang pertama kali kau lihat.<br />
Aku yang pertama kali mendapat senyuman tercantikmu.<br />
Saat aku berbicara, kau menatapku dengan perhatian dan penuh cinta. Kau selalu ada waktu untuk sekedar bercinta denganku.</p>
<p>Dulu…<br />
Saat kita hendak terlelap<br />
Kau tak pernah lupa untuk memelukku<br />
Mengungkapkan betapa kita beruntung karena saling mencintai<br />
Menciumku sesaat sebelum aku terlelap<br />
Dan berkata bahwa I’m only one you have…</p>
<p>Dear my son…<br />
Betapa aku mencintai kalian semua<br />
Betapa aku bahagia bisa membesarkan kalian dengan layak<br />
Betapa aku merasa dihargai saat kalian menceritakan masalah2 kalian di sekolah Betapa aku merasa berguna bisa membuat kalian merasa aman</p>
<p>Sekarang semua berubah<br />
Antara aku, facebook, dan blackberry kalian…<br />
Aku seolah terasing di duniaku sendiri<br />
Aku seperti hidup di tengah-tengah manusia bisu<br />
Aku raga yang tak terlihat<br />
Kalian acuh<br />
Tak lagi ada canda tawa<br />
Suasana makan pagi yang aku rindukan<br />
Kehangatan suara kalian saat menyapaku<br />
Kini hanya terdengar seperti sapaan basa-basi belaka<br />
Selebihnya kalian diam, sibuk memencet keyboard dimanapun kalian berada Aku terluka tanpa terlihat</p>
<p>Terlebih lagi<br />
Saat kulihat kamu, dear my wife…<br />
Sibuk bercumbu dengan lelaki lain di yahoo messegermu…<br />
Tak ada lagi ciuman mesra itu<br />
Kadang wajahmu seperti terpaksa saat melayaniku<br />
Saat aku berbicara denganmu<br />
Kamu mendengarkan sambil sesekali terus melihat layar hp<br />
Saat bangun tidur pun<br />
Yang pertama kali kamu cari bukan aku, tapi blackberrymu<br />
Yang pertama kali kamu sapa bukan aku, tapi teman-teman facebookmu<br />
Senyuman pertamamu bukan lagi untukku, tetapi untuk menertawai isi comment statusmu…</p>
<p>Seperti inikah seharusnya duniaku kini&#8230;&#8230;..???</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://grenseal.com/2010/01/16/curahan-hati-seorang-suamiayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
