<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Grenseal &#187; berpikir positif</title>
	<atom:link href="http://grenseal.com/tag/berpikir-positif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://grenseal.com</link>
	<description>Yang mengalihkan fokus...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 May 2010 10:45:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kenapa Kita Harus Mengendalikan Perasaan Kita?</title>
		<link>http://grenseal.com/2009/12/30/kenapa-kita-harus-mengendalikan-perasaan-kita/</link>
		<comments>http://grenseal.com/2009/12/30/kenapa-kita-harus-mengendalikan-perasaan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 12:20:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Josua Leonard</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir positif]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://grenseal.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Ada hasil penelitian yang menunjukkan kalau manusia itu mempunyai 60.000 pikiran dalam sehari. Tentu nggak mudah untuk memilah pikiran mana yang positif dan mana yang negatif dari sekian puluh ribu pikiran tersebut. Ada cara yang paling mudah untuk mengetahui pikiran mana yang positif dan pikiran mana yang negatif yaitu lewat PERASAAN (EMOSI).
Emosi adalah hadiah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada hasil penelitian yang menunjukkan kalau manusia itu mempunyai 60.000 pikiran dalam sehari. Tentu nggak mudah untuk memilah pikiran mana yang positif dan mana yang negatif dari sekian puluh ribu pikiran tersebut. Ada cara yang paling mudah untuk mengetahui pikiran mana yang positif dan pikiran mana yang negatif yaitu lewat PERASAAN (EMOSI).</p>
<p>Emosi adalah hadiah yang luar biasa, yang membuat kita mengetahui apa yang kita pikir. Intinya kalau perasaan kita senang, gembira, bersyukur berarti pikiran kita sedang berada di area yang positif. Kalau perasaan kita sedih, cemas, gelisah, takut, iri hati, dlsbnya berarti pikiran kita sedang berada di area yang negatif.</p>
<p><em><span id="more-21"></span>Perasaan “GOOD” –&gt; Berpikir yang “GOOD” –&gt; Menarik hal-hal yang “GOOD”</em></p>
<p><em>Perasaan “BAD” –&gt; Berpikir yang “BAD” –&gt; Menarik hal-hal yang “BAD” </em></p>
<p>Perasaan yang baik akan menghasilkan pikiran yang baik. Pikiran yang baik diwujudkan dalam bentuk perkataan dan perbuatan yang baik. Perkataan dan perbuatan yang baik jika dilakukan secara rutin akan menjadi kebiasaan yang baik. Kebiasaan yang baik ini akan membentuk watak/ karakter yang baik pula. Dan inilah yang menentukan masa depan kita. Kira-kira begitu cara kerjanya.</p>
<p>Contoh: Kalau pagi hari kita bangun dengan perasaan / mood yang negatif karena habis dimarahi atasan sehari sebelumnya, maka pikiran kita kurang lebih akan berkata : “<em>Ah, hari ini aku malas ke kantor. Terlambat dikit ga pa pa lah.</em>“, “<em>Hari ini aku ijin aja ah, soalnya lagi ga mood.</em>“, ataupun kalau tetap berangkat ke kantor maka dilakukan dengan setengah hati. Sesampai di kantor, jika mood ini tetap dipertahankan maka perkataan dan perbuatan di kantor pasti akan negatif, misalnya : gosip menjelekkan atasan, menjelekkan kondisi perusahaan, dll. Kalau perbuatan dan perkataan ini tetap dipertahankan selama seminggu maka akan menjadi kebiasaan. Jika tidak gosip menjelekkan atasan, rekan kerja, perusahaan rasanya seperti ada yang kurang. Lebih mudah untuk membentuk karakter yang negatif daripada yang positif. Setelah ini menjadi karakter yang negatif, maka bisa dipastikan kita akan diperhatikan oleh orang lain (atasan, rekan kerja, bawahan). Kamu kemudian bisa menjawab sendiri, masa depan orang tersebut kira-kira seperti apa?! Padahal awal mulanya hanya dari “perasaan”.</p>
<p><em>Pikiran dan Perasaan kamu membentuk hidup kamu. Akan selalu begini. Pasti!</em> – Lisa Nichols.</p>
<p>Cara merubah perasaan kita!</p>
<p><strong>1. Merubah GERAK</strong></p>
<p>Coba kamu praktekkan ketika bangun pagi, kamu merasa malas untuk bangun, walaupun mata masih tertutup, kamu paksakan bangun (JANGAN LUPA UNTUK S.E.N.Y.U.M. dan BERSYUKUR terlebih dahulu) dan lakukan lompat-lompat kecil selama 10-15 menit. Kira-kira setelah itu kamu akan lanjut tidur lagi? NO, kamu akan langsung ke kamar mandi untuk bersiap-siap ke kantor. Alasan : karena gerak yang kamu lakukan merangsang aliran darah untuk lebih lancar mengalir ke seluruh pembuluh darah dalam tubuh dan ke otak dan membuka pori-pori tubuh untuk mengeluarkan keringat.</p>
<p>Gerak tubuh orang bersemangat bisa kamu bedakan dari gerak tubuh orang yang tidak bersemangat. Jadi kalau kamu sedang tidak bersemangat, coba ubah gerak tubuh kamu menyerupai gerak tubuh orang yang bersemangat: berjalan cepat, kepala tidak menunduk, dada membusung, senyum. Ini akan membuat perasaan kamu dari tidak bersemangat menjadi bersemangat (lebih ceria).</p>
<p><strong>2. Merubah FOKUS</strong></p>
<p>Coba kamu lakukan hal ini ketika kamu sedang merasa negatif/bad mood: Ubah fokus kita ke hal-hal atau pengalaman-pengalaman yang menyenangkan/lucu/gembira/positif. Aku selalu membayangkan keberhasilan- keberhasilan yang telah kucapai di masa lalu dan kegembiraan-kegembiraan karena kesuksesan yang akan kucapai di masa yang akan datang kalau pikiran dan perasaanku sedang negatif. Dengan demikian, aku akan kembali terinspirasi dan termotivasi untuk kembali mengejar impian saya walaupun sempat gagal di tengah jalan.</p>
<p>GAMPANG-GAMPANG SUSAH untuk melakukan hal ini. Tapi ingat, awalnya hanya dari “perasaan” dan berkembang menjadi kebiasaan. Kalau kita lakukan secara konsisten, maka ini dapat menjadi kebiasaan kita dan kita akan lebih mudah untuk merubah perasaan kita.</p>
<p><strong>3. Merubah SUARA INTERNAL</strong></p>
<p>Bayangkan ketika kamu menonton film kartun dan mendengar suara Donald Duck yang khas “wekkk…wekkk. ..wekkk.. .”. Mungkin kamu akan turut tertawa atau tersenyum.</p>
<p>Merubah suara interal berarti merubah suara yang bagi kita terasa tidak mengenakkan (misalkan umpatan, makian, teguran dari atasan, klien, konsumen, rekan kerja, teman, dlsbnya) menjadi suara yang terdengar lucu bagi kita.</p>
<p>Suara yang terasa lucu bagi kita, misalkan suara Donald Duck yang khas, suara orang berbicara gagap / terputus-putus, suara pria yang dibuat mirip wanita, ataupun suara-suara lainnya yang menurut pengalaman kamu masing-masing lucu. Dengan demikian akan merubah suasana hati menjadi lebih positif dan bersemangat kembali.</p>
<p><strong>4. Merubah ARTI</strong></p>
<p>Kamu mungkin pernah membaca di koran kalau tingkat pengangguran yang tinggi dan kehidupan ekonomi yang semakin sulit menyebabkan banyak orang bunuh diri.</p>
<p>YES, kamu yang memberi arti terhadap hidup kamu. Kalau si A menganggap dirinya miskin segala-galanya, tidur di kolong jembatan, nggak punya keluarga, makan dari sisa-sisa pemberian orang, dihina orang, cacat fisik, dsbnya, kira-kira menurutmu apakah yang akan dilakukan oleh si A? Lebih mungkin dia bakal ngambil jalan pintas untuk bunuh diri.</p>
<p>Tapi bandingkan dengan si B, dengan kondisi yang sama, tapi dia memberi arti lain bagi hidupnya. “Hari-hari seperti ini sudah cukup. Aku harus mau berusaha lebih keras dan menghargai diriku sehingga orang lain mau menghargaiku juga.” Dengan arti yang diberikan oleh si B, kemungkinan dia untuk maju akan lebih terbuka.</p>
<p><strong>5. Merubah SUASANA</strong></p>
<p>Pelatihan di alam terbuka akan membawa suasana dan hasil yang berbeda dibandingkan dengan pelatihan di dalam ruangan. Tempat dan suasana yang berbeda dari rutinitas sehari-hari bisa memberikan dampak yang berbeda.</p>
<p>Contoh : kalau sehari-hari berada dan bekerja di kantor, maka coba pada hari libur untuk mencari suasana yang berbeda. Ini berguna untuk menyegarkan kembali suasana hati kita dan untuk pemulihan sel-sel tubuh (fisik) kita.</p>
<p><strong>6. Merubah INPUT</strong></p>
<p>Ketika kamu menonton acara televisi : BUSER, PATROLI, SERGAP, SMACK DOWN, dlsbnya, kira-kira apa komentar umum yang terlontar? “<em>Koq, para penjahat tambah sadis ya?”, “Koq kota kita tambah ga aman ya?</em>“, “<em>Koq orang-orang jadi pada ga punya hati nurani ya?</em>“. Akibatnya apa? Pikiran yang negatif mempengaruhi perasaan kita menjadi negatif.</p>
<p>Ubah perasaan kita menjadi positif dengan mendengarkan lagu-lagu yang memotivasi: I Have A Dream – Westlife, The Power Of The Dream – Celine Dion, We Are The Champion – Queen, dlsbnya yang bikin kamu semangat dan tersenyum. Kalau perlu baca buku-buku motivasi dan pengembangan diri. Bacanya jangan `Lampu Merah’ melulu.. Ikut seminar, klub, organisasi, komunitas, dan kursus untuk pengembangan kepribadian dan bersosialisasi.</p>
<p>Dengan mengubah input yang masuk, kita memprogram ulang pikiran dan perasaan kita untuk menjadi lebih baik..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://grenseal.com/2009/12/30/kenapa-kita-harus-mengendalikan-perasaan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
