Seseorang Yang Terlewatkan

Di dalam hidupmu, kamu akan mengenal banyak orang. Seseorang untuk berbagi hal-hal spesial, seseorang yang sangat berharga untukmu. Ada yang kamu berikan ciuman pertama, ada yang kamu cintai pertama kali, ada yang bersamamu di pelaminan, seseorang yang kepadanya kamu berikan keperawananmu, seseorang yang bersamamu hingga saat ini… dan seseorang yang terlewatkan.

Siapakah seseorang yang terlewatkan itu?

Aku rasa dia adalah orang yang luar biasa itu, segala yang ada padanya begitu sempurna, tapi waktunya nggak tepat. Nggak ada yang salah dengan orang itu, nggak ada yang salah dengan hubungan batin diantara kalian, tapi hanya saja kartu nggak jatuh dengan cara yang benar, aku rasa. Aku percaya faktanya untuk berakhir pada seseorang, menemukan pasangan jangka panjang, bukan tergantung pada orang lain. Aku berpendapat bahwa sebagian besar dari ini semua ada hubungannya dengan waktu.

Ini ada hubungannya dengan apakah kamu siap berkomitmen pada seseorang diluar usaha-usaha yang kamu lakukan dan berpusing-pusing dengan asmara. Berapa kali kamu melewati masa seperti ini tanpa pernah menyadarinya? Ketika kamu belum siap untuk berkomitmen dalam artian dewasa, nggak masalah dengan siapa kamu berkomitmen, tetap aja nggak berjalan dengan semestinya. Masalah kecil menjadi sangat besar; sedikit salah ngomong bisa jadi perusak hubungan hanya karena kamu belum siap dan itu semua keliatan. Masalahnya bukan kamu atau orang yang bersamamu itu nggak baik; hanya saja memang belum tepat, makanya hal-hal kecil menjadi perhatian.

Lalu satu hari kamu siap. Kamu benar-benar siap. Dan ketika ini terjadi kamu akan siap untuk menjadi bintang tercerah untuk seseorang itu. Dia mungkin nggak sempurna, dia mungkin bukan bintang tercerah untukmu, tapi itu akan terjadi, karena kamu sudah siap. Itu akan berjalan lancar karena waktunya tepat dan kamu yang membuatnya mungkin terjadi. Dan semuanya akan masuk akal, benar-benar masuk akal. Akan datang hari ketika kamu akhirnya menganggap semua hal-hal tadi masuk akal, dan kamu menyadari dirimu adalah orang yang berbeda. Semuanya berbeda, pendekatanmu berbeda, kamu akhirnya memahami siapa dirimu dan apa yang kamu mau dan kamu menjadi siap karena waktunya benar-benar sudah tiba. Tapi jangankan dirimu, orang lain pun nggak tau kapan hari seperti ini akan tiba.

Mudah-mudahan kamu single… tapi bisa aja kamu sedang berpacaran, bisa aja kamu sudah menikah dengan tiga anak, nggak ngaruh. Yang kamu tahu adalah kamu telah berubah, dan untuk beberapa alasan seseorang yang terlewatkan itu adalah orang yang kamu pikirkan. Kamu akan memikirkan tentang mereka karena kamu akan bertanya, “Apa jadinya kalau dia disini sekarang?” Kamu akan bertanya, “Gimana jadinya kalau kami bersama sekarang, dia dengan diriku sekarang dan bukan aku yang dulu?”

Itu lah seseorang yang terlewatkan. Dia adalah “Bagaimana jika…”-terbesar yang pernah kamu miliki dalam hidupmu.

Kalau kamu sudah menikah, kamu hanya harus menerima kenyataan bahwa seseorang yang terlewatkan itu memang sudah terlewatkan. Percayalah padaku, nggak peduli bagaimanapun menurutmu perkawinanmu adalah hanya sebuah dongeng, semua ini bisa aja terjadi pada kita semua. Tapi mudah-mudahan kamu cukup dewasa untuk menyadari bahwa kamu sudah bersama seseorang, dan menyadari ini hanyalah sebuah percobaan dari komitmenmu, percobaan yang akan memperkuat pernikahanmu ketika kau melewati ini. Tentu kamu akan sering memikirkan tentang dia, tapi nggak apa-apa. Nggak ada salahnya hidup dengan sebuah pikiran “mungkin menyenangkan kalau…,” tapi itu terjadi juga.

Mungkin seseorang yang terlewatkan itu adalah orang yang telah menikah. Dalam hal ini kasusnya sama. Kamu harus menerimanya dan mengerti bahwa kenanganmu bersama orang itu akan memberi senyuman kecil yang indah di bibirmu dan di masa yang akan datang, di masa kamu tua dan renta kamu akan mengingatnya.

Tetapi jika kasusnya tidak seperti satupun dari cerita diatas, ini beda lagi. Apa yang akan kamu lakukan jika saat ini belum terlambat? Sederhana aja… cari dia! Karena dengan adanya “seseorang yang terlewatkan” dalam hidupmu akan membuatmu selalu bertanya-tanya, bagaimana kalau kamu pernah mendapatkannya? Pernah mengajaknya ngopi bareng; mengajaknya nonton, nggak masalah kalau kamu masuk dalam kehidupannya saat kapanpun. Kamu akan terkejut, bisa aja kamu adalah “seseorang yang terlewatkan” buatnya, dan dia adalah “seseorang yang terlewatkan” buatmu.

Jika waktunya akhirnya tepat, bagaimanapun,  itu semua akan jatuh pada tempatnya. Dan rasanya akan sangat luar biasa, jika pada akhirnya, kamu bisa mengatakan pada seseorang itu: “hey kamu! kamu adalah orang yang hampir kulewatkan. :)

Twitter Digg Delicious Stumbleupon Technorati Facebook

5 Responses to “Seseorang Yang Terlewatkan”

  1. “Hey kamu! Iya, kamu! Kamu adalah orang yang hampir kulewatkan!” uda terkirim ke hapenya dia!
    :D

  2. di tefon kah??
    Hellow…..maav yah kamu slama ini aq sia-sia in…
    hhahahahah
    oh no…

  3. Iya bang, soale kemaren pulsa cekak.. :D