Anda Melupakan 80% Yang Anda Pelajari Setiap Hari!
Orang berpikiran bahwa otaknya adalah komputer, tapi pada kenyataannya otak kita terbatas. Banyak orang yang menghabiskan berjam-jam bahkan setiap hari untuk belajar, mengisi otak mereka dengan pengetahuan sampai jumlahnya tak terukur. Benar-benar luar biasa kalau kita melihat orang seperti ini yang ingin membawa diri mereka satu tingkat lebih baik. Sialnya, meskipun tujuannya baik, ada efek negatif yang tidak disadari dari belajar dan mempelajari informasi baru ini. Kita bisa mengalami information overload atau kelebihan informasi.
Pernahkah anda pergi ke sebuah seminar pembelajaran atau semacamnya, sebut saja seminar motivasi? Tujuan anda di seminar ini adalah untuk mempelajari informasi baru, mendapatkan pengetahuan, atau mungkin bahkan mengingatkan kembali yang pernah anda pelajari. Yang terjadi adalah 1-2 minggu setelah seminar berakhir, anda akan benar-benar melupakan hampir semua yang pernah anda pelajari dari seminar itu.
80%
Rata-rata, sekitar 80% dari semua yang anda pelajari kapanpun itu akan terlupakan. Yang lebih menarik lagi adalah ketika ada informasi baru yang masuk, kadang informasi lain akan keluar. Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana caranya kita bisa menyimpan informasi lebih banyak.
Ini mengingatkan saya pada cerita seorang teman dekat. Dia punya sangat banyak pengetahuan. Dia adalah orang yang selalu tertarik untuk belajar dan berkembang. Ini sudah saya sadari hampir sekejap setelah saya bertemu dengannya. Ini terdengar seperti orang ini sangat lapar akan kesuksesan, dan memang iya, tapi dia telah menyakiti dirinya dan secara tidak langsung telah menghentikan jalannya untuk mencapai kesuksesan. Dia akan menghabiskan berjam-jam setiap hari untuk mempelajari hal-hal baru dan hari berikutnya dia akan melakukan itu lagi. Apa yang saya sadari adalah dia mempelajari strategi-strategi baru, teknik-teknik, konsep-konsep, dan lain-lain, tapi sangat sedikit praktek. Dengan hanya praktek sangat sedikit maksud saya dia tidak mengaplikasikan apa yang dia pelajari.
Saya juga tadinya seperti itu dalam artian saya tetap belajar, tapi saya tidak mempraktekkan juga. Semua yang saya pelajari hanya tersimpan dalam kepala. Baru-baru ini aja (1-2 tahun terakhir) saya mulai mengaplikasikan apa yang telah saya pelajari pada situasi dan skenario berbeda yang saya temui. Hampir semua orang merasa nyaman ngobrol dengan saya. Ini semua karena saya berhenti menghabiskan waktu untuk belajar hal-hal baru dan mulai mengaplikasikan yang sudah saya ketahui atau yang baru saya pelajari. Ironi dibalik ini adalah saya biasanya bicara dengan orang tentang website milik saya, informasi yang membuat mereka kagum. Tujuan besar saya adalah untuk menjadi orang yang menarik dan sambil saya mengaplikasikan yang saya tau, semua ini menjadi kenyataan.
Saran yang saya berikan pada teman itu adalah supaya dia berhenti menghabiskan semua waktunya untuk belajar hal baru setiap hari dan mulai praktekkan apa yang dia ketahui. Saya percaya pada filosofi sederhana: Aplikasikan apa yang anda ketahui dan secara alami anda akan mulai melakukan bakat anda dengan tidak sadar lalu secara otomatis anda akan mempertajam “kemampuan untuk belajar” yang memungkinkan anda untuk belajar hal baru lebih cepat dan mengaplikasikannya dengan mudah. Dia setuju dengan saya dan memutuskan untuk mengikuti saran saya dan sekarang dia sangat puas dengan hasil yang diperoleh dari praktek.
Kita belajar
10% apa yang kita BACA
20% apa yang kita DENGAR
30% apa yang kita LIHAT
50% apa yang kita LIHAT dan DENGAR
70% apa yang kita DISKUSIKAN dengan ORANG LAIN
80% apa yang kita ALAMI PRIBADI
95% apa yang kita AJARKAN KE ORANG LAIN
Saya membaca laporan hasil riset oleh William Glasser’s Institute tentang bagaimana kita belajar.
Kita belajar 10% dari apa yang kita baca
Ini benar-benar tidak memotivasi. Tapi akan masuk akal setelah anda melihat penjelasan setelah ini.
Kita belajar 20% dari apa yang kita dengar & 30% dari apa yang kita lihat
Saya mendapati ini sangat menarik dan menentang pernyataan bahwa beberapa orang belajar dengan cara visual (belajar dari melihat) dan beberapa orang belajar secara auditori (belajar dari mendengar). Jadi ini dapat ditentang.
Kita belajar 50% dari apa yang kita lihat dan baca
Benar. 20% + 30% = 50%
Kita belajar 10% dari apa yang kita diskusikan dengan orang lain
Hampir benar karena ketika kita ngobrol dengan orang lain ini memungkinkan kita untuk mengkomunikasikan pikiran, opini, kepercayaan, dan konsep. Anda juga menerima pandangan orang lain. Dengan mendiskusikan sesuatu dengan orang lain sudah pasti akan membuat anda lebih ingat.
Kita belajar 80% dari apa yang kita alami pribadi
Kita hampir selalu menghubungkan sesuatu yang kita pelajari pada seseorang, tempat, sesuatu, atau kejadian di masa lampau. Kalau apa yang anda pelajari memicu ingatan yang familiar, sudah tentu akan membuatnya lebih menempel di otak anda. Sekarang anda tau apapun yang anda pelajari akan terhubung dengan ingatan di masa lampau.
Kita belajar 95% dari apa yang kita ajarkan ke orang lain
Saya percaya dengan ini 100%. Saya pribadi bilang kalau saya menjadi komunikator yang lebih baik setelah saya mengajarkan orang apa yang saya tau. Bukan hanya karena ini lebih mudah dipelajari, tapi ini hanya keseluruhan lebih memenuhi pengetahuan bahwa anda dapat mengajarkan orang lain tentang sesuatu. Perasaan itu saja memungkinkan saya untuk meneruskan apa yang telah saya lakukan. Saya yakin semuanya akan setuju bahwa ketika anda mengajarkan orang lain tentang sesuatu, otak anda akan seketika akan berubah menjadi mode lain. Mode ini yang memungkinkan otak kita untuk menyerap informasi menjadi lebih cepat. Inilah mengapa banyak orang memilih untuk menjadi pengajar atau guru.
Sekarang saya harap anda dapat menghubungkan bagian tentang mengaplikasikan apa yang anda pelajari daripada terus-menerus mempelajari informasi baru dan cara belajar yang paling cepat adalah: mengajari orang lain. Saya nggak bilang berhenti belajar hal baru ya, karena belajar hal baru adalah cara terbaik untuk berkembang, yang saya katakan adalah anda harus lebih fokuskan waktu lebih pada praktekkan apa yang anda ketahui, daripada fokus pada belajar-belajar-belajar.
Sekarang, pernyataan “dengan membaca kita hanya mempelajari 10% informasi” akan terdengar seperti buang waktu aja, tapi faktanya kalau kita mengambil 10% itu dan mempraktekkannya kita bisa membuat keajaiban!



28. Jan, 2010 









No comments yet... Be the first to leave a reply!